Dodol Kakao Legit dan Lezat Menjadi Peluang
Bisnis
Kakao merupakan tumbuhan berwujud pohon yang kini mulai banyak
dibudidayakan. Tumbuhan yang bernama latin Theobroma cacao ini diolah
menjadi produk yang familiar dan disukai banyak orang yakni coklat.
Terinspirasi dengan olahan dodol biasa, ia
mencoba mengkombinasikannya dengan kakao “Awalnya cuma mencoba yang lain daripada yang lain dan saya kira
dodol kakao ini prospeknya cukup bagus. Kan di daerah sini belum ada,
Proses pembuatan dodol kakao
mirip dengan pembuatan dodol pada umumnya. Biji kakao dikeluarkan dari kulit
luarnya dan dikupas dari kulit bijinya. Untuk mempermudah pengupasan pun dapat
dengan menggunakan abu agar kulit kakao tidak licin. Setelah dikupas biji kakao
dihaluskan dengan menggunakan blender.
Resep dodol
kakao membutuhkan beberapa komposisi, yakni 250 gram kakao, 1 kg gula pasir,
santan dari 2 butir kelapa, tepung beras 0,5 kg dan garam. Dibutuhkan kesabaran
dan ketelatenan dalam proses pembuatannya, pasalnya membuat dodol memakan waktu
yang cukup lama. Adonan dodol harus terus diaduk dengan lama waktu sekitar dua
jam.
Proses untuk memasukkan komposisi pun harus
secara bertahap, mulai dari kakao masak hingga mendidih kemudian baru
ditambahkan gula pasir, ditunggu hingga mendidih lalu ditambah santan dan garam
dan ditunggu hingga mendidih terakhir baru ditambahkan tepung beras dan tinggal
diaduk hingga mengental dan matang.
Semua jenis
kakao baik kakao merah atau kakao hijau bisa digunakan untuk membuat dodol.
Namun bahan baku yang berkualitas baik adalah kakao yang bijinya besar dan
berwarna ungu kehitam-hitaman. Biji kakao yang diolah pun bisa yang masih basah
atau baru saja dipetik dan biji kakao yang sudah dikeringkan.
“Semuanya bisa digunakan untuk bahan pembuatan
dodol, tergantung selera. Kalau yang kering aroma coklatnya lebih kuat,”
jelasnya.
Dari satu resep dengan
biaya sekitar Rp 36.000,00 dapat menghasikan dodol sebanyak 7 pak dengan isi 12
buah dodol per pak. Dalam satu hari ia mampu membuat sekitar 20 hingga 30 pak
dan dijual dengan harga Rp 10.000,00 per pak. Karena diproduksi tanpa bahan
pengawet.
“Untungnya lumayan, harapannya nanti dapat
solusi untuk mengawetkan dodol ini namun dengan pengawet yang tidak berbahaya
bagi kesehatan. Sebenarnya ingin memproduksi banyak agar dapat mengajak banyak
warga untuk membantu namun karena hanya tahan 12 hari jadi waktu pembuatannya
harus bertahap,”
"TERIMAKASIH" DAN "SELAMAT MENCOBA" :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar